shrfn

Happy birthday my naughty litte sissy~

ngeskrim galau siang ini

ngeskrim galau siang ini

Teman baik bisa menjadi orang asing. Perlahan dan menyakitkan.
Tere Liye
from Meme Comic Indonesia. miris ya :”

from Meme Comic Indonesia. miris ya :”

edisi bombing rumah #5~

Kyaa, duo koor rempongnya Wehehe :))))

Kyaa, duo koor rempongnya Wehehe :))))

rizkafaiza:

Postingan kali ini request-nya Afin. bisa dilihat aslinya di http://rizkafaiza.blogspot.com/

Assalamualaikum … Hari ini saya mau bicara serius, ini tentang Pak JK.

Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, wakil presiden Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 2004-2009. Alumnus Universitas…

nih tak reblog beneran~

Once, I was thinking. How does it feel when we lose our close friend who passed away. Now, I feel it. It has a weird sensation. Not a good one of course. When suddenly you had tremor, and your fingers became cold, your eyes suddenly opened widely, and you started crying, remembering all the memories and good time you spent with him. It is definitely not a good feeling. 

I remember when I was in library, doing my LPJ thing and you asked me about the five-years-work-in-PTB, and I wrote down your name in W’s Buku Mimpi. I remember when we had a nice talk with other friends, also in library, and you said that you wanted twin children, and we laughed together. I remember when you posted this silly thing on my tumblr, and I decided not to delete it. I remember when you said that my name is wrong because it doesn’t follow the Indonesian rule in the Sunday class. I remember when you tried to find out my complete name. I remember your cute orange jacket, actually I want one like that.

But now, you’re not here anymore. Still, I can’t believe it. Yes, it did leave a deep hurt in our hearts. But we have to let you free. Allah loves you much more than we do. Goodbye Dedy Kurniawan. We love you :’)

Bukankah umur itu tidak ada yang bisa menebak? Selamat jalan Dolly Dedy, teman, sahabat, serta keluarga kami. Insya Allah kita akan bertemu di surgaNya. We do love you Dedy :’)
Huge Plan #2

Ehehe, aku nggak tau istilah mereka untuk Pagelaran Tunggal Nila Pangkaja tahun ini apa. Tapi untuk aku, ini adalah Huge Plan #2.

Yeay, I was waiting to be a penonton di Pagelarannya NP for a loooooong time. setelah Dhemit sakjane :B

Tahun ini adek-adek NPku mengambil tema sosial, mengangkat sebuah naskah berjudul Rumah Sakit Jiwa.

Technically, aku nonton sama buanyak anak Teladan. Meet a lot of my friends there. Kinda miss them, soalnya aku udah jarang ke sekolah. Maklum, aku adalah satu dari secuil anak IPA yang akhirnya putar haluan ke IPS. Jadi belajar buat SBMnya ya di bimbel, dari pagi sampai siang. But officially, aku nonton berempat sama Fia, Dafi, Hario. No, it wasn’t a double date, of course. Sebenernya aku cuma nonton sama Fia, tapi kebetulan Hario ada dua tiket yang eman untuk dibatalkan, dengan seat yang lumayan strategis. So, why not?

Oke, ceritanya bukan disitu.

Sebelum nonton ke TBY, aku sama Fia njomblo makan dulu di Malioboro. Sekitar jam setengah tujuh malan lebih, aku sama Fia caw ke TBY. Setelah nuker tiket, akufia nungguin dua cowok utara yang ngaretnya bikin sebel.

Skip. Cerita tentang menunggu itu masih terlalu menyebalkan untuk diingat.

Waktu pentasnya udah mulai, aku merinding. Merinding melihat adek-adek NP 34-ku ada diatas panggung. Dan mau nggak mau aku mbrambangi hampir nangis gitu. Melihat mereka disana, mengingat duluuuuuu waktu masih zaman DCSnya mereka, nglatih mereka, dan melihat progres mereka yang luar biasa dua tahun terakhir, it obviously made me cry. I’m proud of them :’)

Dan pentasnya luar biasa. Mereka keren banget diatas panggung. Mereka memperbaiki apa yang kurang dari Huge Plan #1, Dhemit. Tata panggungnya keren, walaupun nggak ada properti super cetar macam pohon setinggi dua meter-an kayak Dhemit :B  okay, just kidding. Mereka menggabungkan humor, musikal, dan sentilan sosial untuk para ‘petinggi’ jadi satu. One word for all of those things, amazing.

Nggak ngerti sih, kayaknya tiga teman nontonku tidak satu frekuensi dengan otakku. Dafi Hario berkali-kali ngomong “wes rampung?”, dan Fia sepanjang nonton cuma diem aja. Sementara aku? Gelisah di kursi, dan sering banget melongo ngeliat 34 yang ada diatas panggung. hm.

Begitu pentas selesai, ada sesi foto bersama pemain. Teja sebelum maju ke deket panggung ngomong ke aku “kre, sekre, foto-foto ra?”. Kemudian aku ninggal tiga temen nontonku untuk foto-foto di panggung. Aku heboh gitu ketemu sama 34 yang habis pentas, foto-foto, peluk-pelukan, dan pas ketemu sama Lailia, penerusku, dia dengan lega bilang “akhirnya nggak usah ngurus surjin lagi”. Yap, the worst thing of being a secretary is ngurus surjin. Aku inget sering malu kalo lagi minta surjin ke Bu Milir. Habis yang keluar orangnya itu itu terus :|

Habis foto-foto, aku mau balik ke seatku, ketemu sama beberapa guru, termasuk Bu Milir. Dan yang bikin tambah terharu karena Bu Milir bilang ke aku “Sharfina, kae lho adekmu sukses”. Terharu bangeeeet :”

Congrats ya adek-adek unyu NPku, ditunggu Huge Plan #3-nya :’3

they paying the tax for the tickets this year